FKMI ULUL ALBAAB

Blog Mahasiswa Pecinta Ilmu Syar’i

Arsip untuk ‘Kisah’ Kategori

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 5 April 2009

WASIAT NABI NUH ‘ALAIHISSALAM KEPADA ANAKNYA

nature-31Imam Ahmad meriwayatkan, Sulaiman bin Harb memberitahu kami, Hamad bin Zaid memberitahu kami, dari Shaq’ab bin Zuhair, dari Zaid bin Aslam, Hamad mengatakan, aku kira hal itu berasal dari Atha’ bin Yasir, dari Abdullah bin Amr, ia menceritakan, kami pernah berada di sisi Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam,tiba-tiba ada seorang dari penduduk padang pasir datang yang mengenakan jubah yang dilapisi dengan sutera yang bergaris.

Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengambil jubahnya seraya berkata, “Maukah kuperlihatkan kepadamu pakaian orang yang tidak berakal?”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah | Tinggalkan sebuah Komentar »

KISAH

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 26 Januari 2009

Hafizh Sepanjang Zaman

Dunia belum pernah menyaksikan orang seperti beliau. Kehidupan beliau memang sangat unik; dan kematiannya lebih unik lagi. Beliau adalah Abu Abdillah bin Muhammad bin Ismail Al-Bukhari atau lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari rakhimahullah.

(Kisah ini dikutip dari Al-Hady tulisan Ibnu hajar rakhimahullah)

Saat pulang kembali ke Bukhara (menjelang akhir hidup beliau), beliau mendirikan kemah kira-kira satu farsach dari negerinya. Seluruh sanak keluarga beliau menyambut suka cita tiada tara. Mereka benar-benar menyambut beliau dengan meriah, bahkan berlomba memberikan dinar dan dirham. Beberapa lama tinggal di sana, beliau benar-benar diperlakukan dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.

Gubernur Bukhara Chalid bin Ahmad Adz-Dzuhah meminta beliau datang ke rumahnya supaya memperdengarkan hadits dan membacakan Kitab Al-Jami’ dan At-Tarikh kepada anak-anaknya. Namun beliau menolak permintaan tersebut, lantas berkata kepada utusan sang gubernur, “Sampaikan kepada beliau, bahwa tidak sekali-kali aku menghinakan ilmu. Aku takkan pernah membawa-bawa ilmu ke rumah penguasa. Kalau beliau memang mengharapkan sebagian dari ilmu itu, hendaknya beliau sendiri yang datang ke masjidku ini atau ke rumah ini. Kalau beliau tidak tertarik dengan cara itu, silakan beliau larang aku membuat majelis, agar aku memiliki alasan di hadapan Allah di hari kiamat nanti, bahwa aku tidak pernah menyembunyikan ilmu.”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.