FKMI ULUL ALBAAB

Blog Mahasiswa Pecinta Ilmu Syar’i

Arsip untuk ‘Artikel’ Kategori

NASIHAT IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYAH

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 27 Mei 2009

images 1Sepuluh nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah untuk menggapai kesabaran diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat:
1. Hendaknya setiap hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkan dan melarang perbuatan maksiat demi menjaga diri hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah. Sebagaimana halnya seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya benar-benar menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya.

2. Merasa malu kepada Allah… Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya, dan dia pun sadar bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah maka tentu saja dia akan merasa malu melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya…. Dan rasa malu itu lah yang akan menyebabkan terbukanya mata hati sehingga membuat anda bisa melihat seolah-olah anda sedang berada di hadapan Allah…

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Suara Hati Pemuda Kahfi !

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 23 Mei 2009

2677809071_b9fbfd384fBismillahi walhamdulillah washalatu wasalamu ala rosulillah . Amma ba’du;

Ukhti fillah…

Ingin kami ucapkan beberapa kalimat  kepadamu, di bawah desingan peluru peluru musuh, dan gelegar ledakan roket yang telah menjadi hiburan kami, Surat ini juga dari kami yang kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi hanya karena kami menyatakan bahwa ”Tuhan Kami Adalah Allah”. Surat ini kami tujukan kepadamu Ukhti fillah… karena kau adalah permata, kau juga perhiasan mulia yang melengkapi keindahan ajaran Nabi s. Beberapa kalimat yang tulus keluar dari lubuk hati kami sebagai saudara yang melaju bersama ke arah yang satu. Demi menyelamatkan mu dari cakaran manusia serigala bermuka domba.

Ukhti fillah….!!!

Kami tidak akan membawa sesuatu yang baru, semoga kau tidak bosan mendengarnya…. walau rasanya sudah berkali kali kami ingatkan bahwa tiada agama manapun yang lebih memuliakan wanita sebagaimana Islam. Jika kau masih tidak percaya, lihatlah pada sejarah .. apa yang di lakukan oleh penghuni zaman jahiliyah terhadap kaummu, bukankah mereka menguburkanmu hidup hidup hanya karena takut jatuh miskin atau durhaka?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 2 Komentar »

Kawan Optimislah!

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 19 Mei 2009

kawanMengayun sepeda di terik sinar matahari…
Berjalan di derasnya hujan…

“Jangan kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran:139)

Kawan…
Optimislah mengarungi hidup ini. Jangan kau kotori jiwa dan jangan lukai hatimu saat duka menghampirimu, senantiasalah berpikir positif, sebagaimana Allah menyuruh kita untuk selalu berprasangka baik kepadanya. “Aku mengikuti persangkaan hambaku terhadap diriku . oleh karena itu, bersangkalah dia terhadap-ku menurut apa yang disukainya.”

Hendaknya sekalipun ada musibah yang menimpa kita, tetap bersihkan hati agar selalu berprasangka baik kepada Allah. Karena “Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 17 Mei 2009

lovKehormatan bagi para pemilik semangat tinggi. Mereka bagian suci dari manusia. Mereka mulia dan terhormat. Jiwa mereka begitu semangat dan ruh mereka terbang ke berbagai sudut-sudut yang tinggi. Setiap langkah-langkah kaki mereka berada pada kepastian untuk meraih keabadiaan. Barangsiapa yang ingin ketinggian, semua yang memberatkan akan menjadi ringan.

Tuntutlah selalu ketinggian. Nabi Musa ‘alaihissalam dahulu dikhususkan oleh Allah dengan Al Kalam (Kemampuan berbicara kepada Allah) . Nabi Musa ‘alaihissalam berkata, “Rabbi arinii anzur ilaiik” Tuhanku, berikan aku kesempatan untuk melihat-Mu. Kemuliaan tak datang tiba-tiba, tapi ia merupakan hasil jerih payah. Seekor semut selamat dari injakan pasukan Nabi Sulaiman, semua itu dengan jerih payah dan kesabaran. Lalu, bagaimana dengan diri kita yang ingin kemuliaan tanpa keseriusan? , ingin mencapai sebuah ketinggian dan ingin surga, namun meremehkan sunnah.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 2 Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 22 April 2009

APAKAH ENGKAU MENJAMIN UMURMU MASIH
PANJANG ?

hijabWahai ukhti yang tidak berhijab syar’i ! lindungilah tubuhmu ibarat
engkau menyimpan emas. Engkau tidak mau berhijab dengan dalih masih
belum dewasa, apakah engkau tahu, atau seseorang mengabarkan
padamu tentang kapan engkau bakal meninggal dunia ? jawab dalam
hatimu
Jika tidak, maka boleh jadi kematian akan menjemputmu setelah
setahun, sebelum seminggu, sehari, sejam atau sedetik kemudian.
Semua itu serba mungkin, selama kita tidak tahu kapan ajal kita akan
datang.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 4 April 2009

PRINSIP ITTIBA’ KEPADA NABI

Oleh Ust Muhajir Arif, Lc

Ittibâ’ yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kepengikutan,merupakan salah satu aspek dari trilogi syarat diterimanya amal hamba oleh Allah Ta’ala,selain iman kepada Allah dan ikhlas.Sehingga bila seseorang beribadah hanya bermodalkan iman dan ikhlas maka ibadahnya tersebut tidak diterima di sisi Allah.Karena itu menjadi keniscayaan bagi seorang hamba untuk memahami beberapa prinsip ittibâ’ ini,agar usahanya mendekatkan diri (bertaqarrub) kepada Allah menjadi bermanfaat bagi dirinya.

1. Sesungguhnya ajaran Islam dibangun di atas wahyu dan hadits shahih,bukan di atas akal dan hasil eksperimen manusia.Maka semua perintah atau larangan yang ada dalam Al Qur’an dan sunnah Rasul صلى الله عليه وسلم wajib kita terima serta bersegera merealisasiakannya,baik dengan melaksanakan atau meninggalkan.

Karena itu para salaf al shalihرحمهم الله selalu beraktifitas berdasarkan nash-nash syar’I,dan menghukumi bahwa seseorang berada di jalan yang benar apabila ia beramal berdasarkan atsar[1]) [2]

Al Zuhri berkata :”Risalah Islam berasal dari Allah,kewajiban Rasul صلى الله عليه وسلم menyampaikan,dan kewajiban kita adalah menerima” [3]

Ibn Abi Al ‘Izz berkata pada saat mengomentari perkataan Imam Al Thahawi (sungguh agama Islam tidak akan tegak kecuali di atas penerimaan dan kepasrahan umat terhadap ajarannya) :”yaitu keislaman seseorang tidak dianggap benar selama ia belum rela menerima nash-nash Al Qur’an dan hadits,serta tunduk kepada ketentuannya.Tidak melakukan pembangkangan terhadap keduanya,dan tidak membenturkannya dengan akal,pendapat ataupun kias”[4]

Alangkah indahnya perkataan Al Khalifah Al Rasyid Ali bin Abi Thalib berikut ini:

“Janganlah kalian berkiblat pada perbuatan seseorang.Karena bisa saja ia melakukan perbuatan-perbuatan penghuni surga,kemudian berbalik –karena ilmu Allah- dan melakukan perbuatan ahli neraka lantas mati,maka ia pun masuk neraka.Dan bisa jadi ia melakukan perbuatan ahli neraka kemudian berbalik –karena ilmu Allah – lalu melakukan perbuatan ahli surga dan mati,maka iapun masuk surga.Tapi bila kalian harus mencontoh orang lain,maka contohlah orang-orang yang sudah meninggal,bukan orang yang masih hidup” kemudian beliau menunjuk makam Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya yang mulia[5]

Abu Al Zanaad berkata :”Sesungguhnya banyak sunnah dan hal-hal yang haq berlawanan dengan akal dan pendapat manusia.Tapi seorang muslim haruslah melaksanakan sunnah tersebut.Di antaranya adalah wanita haid diperintahkan mengqadha’ puasa tapi tidak diperintahkan mengqadha’ shalat”[6]

2. Kewajiban seorang muslim adalah mencari dan mempelajari hukum syariat sebelum melaksanakan segala aktifitasnya,berdasarkan sabda Rasulullah saw :

Artinya :”Barang siapa yang melakukan suatu amalan tanpa perintah kami,maka amalan itu tertolak”[7]

Praktek seperti inilah yang dikatakan ittiba’ kepada Rasulullah saw.Al Syatibi berkata : ‘Barang siapa yang melakukan ibadah dalam kerangka syariat dengan sesuatu yang tidak disyariatkan,maka ia telah melawan syariat.Dan setiap orang yang melawan syariat,maka amalan yang ia lakukan hukumnya batil”[8]

3. Maksud dari ittiba’ kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah beramal dengan apa yang beliau dakwahkan berupa kewajiban dan larangan dalam Al Qur’an.Karena itu merupakan wahyu Allah kepada beliau صلى الله عليه وسلم.Juga beramal dengan sunnahnya yang mulia.

Beliau صلى الله عليه وسلمbersabda :

Artinya : “Ketahuilah sesungguhnya aku diberi Al Kitab dan yang semisalnya (hadits), Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 29 Maret 2009

Nuansa Hati

Wahai orang-orang yang sedang bersedih hati!
Wahai mereka yang suka berkeluh kesah!
Wahai mereka yang menangis kesakitan atas segala musibah yang menimpa!
Wahai mereka yang kehilangan orang terkasih!
Wahai mereka yang merasa gagal!
Ingatlah Allah!
Ingatlah Tuhanmu!
Senandungkan nama-Nya.

Allah berfirman, ”Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (QS. Maryam: 65).

Setiap kali Anda mengingat Allah SWT, maka pada saat itu pula anda akan merasa lebih produktif dan merasakan kelapangan dada.

Tenangkan hati anda dan bahagiakan jiwa anda! Hadapi dunia Anda dengan jiwa yang tenang, layaknya mereka yang selalu mengingat Allah SWT. Orang yang tidak mengingat-Nya bagaikan orang yang mati.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 28 Maret 2009

HANYA UNTUK SANG KEKASIH

alamDari sekian miliar manusia di muka bumi hanya sebagian yang Islam, dari yang Islam hanya sebagian yang beriman, dari yang beriman hanya sebagian yang mempelajari Islam, dari sekian yang belajar Islam hanya sebagian yang mengamalkannya, dari yang mengamalkannya hanya sebagian yang mendakwahkannya, dari yang mendakwahkannya hanya sebagian yang memperjuangkannya dan dari yang memperjuangkannya hanya sedikit yang ikhlas.

Itulah Ikhlas, menghendaki keridhaan Allah dengan suatu amal, membersihkannya dari segala tendensi individual maupun duniawi. Tidak ada yang melatarbelakangi suatu amalannya kecuali karena Allah dan demi hari akhirat.

Imam al Ghazali menyebutkan bahwa semua orang pasti akan binasa kecuali orang yang berilmu. Orang-orang yang berilmu pasti akan binasa kecuali orang yang aktif beramal. Semua orang yang aktif beramal akan binasa kecuali yang ikhlas.

Salah satu lawan dari pada Ikhlas adalah riya’, yakni menampakkan suatu amalan dengan maksud mendapat pujian, penghargaan, atau balasan lainnya dari makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela pelaku syirik kecil ini dengan firman-Nya,
“Apakah kamu meminta upah kepada mereka?”, Maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan dia adalah pemberi rezki yang paling baik.” (QS. al-Mukminun: 72)

Sebenarnya pelaku riya’ juga tidak akan dibuat rugi sebab ia akan memperoleh sesuai dengan niatnya,
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang Telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud : 15-16)
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 17 Februari 2009

TAKUTLAH, WAHAI KORUPTOR DAN GHULUL!

idac2Mengambil harta yang bukan haknya sudah merupakan perkara yang sering terjadi di negara ini. Mereka tak menghiraukan lagi bahwa syariat islam telah melarang perbuatan tercela ini. Tak heran jika negara ini termasuk negara yang tingkat korupsinya tinggi. Entah apa yang telah mengotori fikiran dan hati mereka, apa mungkin?, karena awamnya terhadap hukum perbuatan ini atau kah mereka hanya menuruti hawa nafsu. Yang jelas perbuatan ini dapat menyebabkan pelakunya diadzab di hari kiamat.

Begitu juga ghulul, yaitu orang yang mencuri harta rampasan perang sebelum dibagi. Temasuk juga dalam kategori ghulul adalah para penguasa, pegawai negara, pejabat, dan karyawan yang melakukan korupsi dan suka memakan hak rakyat.

Allah SWT berfirman,

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (١٦١)

“Tidak mungkin seorang nabi mencuri harta rampasan perang (sebelum dibagi). Barangsiapa yang mencuri sebelum dibagi dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dicuri itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya”. (QS. Ali Imran:161).

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 1 Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 7 Februari 2009

Pacaran Ala Aktivis Dakwah, Nggak Deh !!!

th77665c8936Menjadi aktivis dakwah kampus merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap mahasiswa. Betapa tidak, aktivis dakwah membawa suatu misi para Nabi (baca; dakwah) merupakan pekerjaan paling mulia sebagaimana yang telah dicontohkan oleh panutan kaum muslimin sepanjang masa, yang telah merubah wajah dunia dan meluruskan garis sejarah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam. Aktivitas dakwah hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Bisa kita bayangkan dari sekian ribu mahasiswa yang ada di kampus kita masing-masing, yang terlibat dalam “proyek akhirat” ini hanya sebagian kecil saja, sungguh sangat menyedihkan. Mereka tidak menyadari tentang pentingnya berjuang di jalan Allah subhanahu wa ta’ala. dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah jalan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam dan pengikutnya sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

Katakanlah :inilah jalan (agama)-ku, saya dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata….”. Q.S. Yusuf:1 0 8

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 3 Februari 2009

Prinsip-Prinsip Penting dalam Mendalami Islam

( Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc)

BerIslam saja tidak cukup. Siapapun yang memiliki perhatian terhadap Islam di zaman ini tentu akan sedikit banyak cukup disejukkan hatinya dengan pemandangan yang menunjukkan semakin maraknya kaum muda yang kembali ke naungan cahaya hidayah Allah SWT. Betapa tidak, setelah sekian lama bahkan hingga kinipun maum muslimin tenggelam dalam kelalaian yang berkepanjangan terhadap misi dan kepribadian mereka yang sejati, baru kali inilah terjadi sebuah “Booming” kesadaran yang dapat di katakana merata hampir ke seluruh pelosok negri bahkan penjuru dunia. Hingga seperti kata sebagian orang banyak perguruan-perguruan tinggi terkemuka di berbagai tempat, berubah menjadi “pondok-pondok pesantren” yang sering kali lebih religius dan lebih terasa kekuatan da’wahnya dibanding sejumlah pondok pesantren yang memang didirikan dengan nama pondok pesantren.

Kitapun mencium aroma semangat berIslam yang begitu semerbak dari para pemuda dan pemudi itu. Semangat yang membara ditambah perasaan yang tersimpan dalam jiwa-jiwa bersih mereka mengapa baru sekarang belajar Islam ? membuat mereka “berburu” Islam dari sumber manapun yang mereka anggap paling mengetahui Ad Dien ini. Hanya saja “perburuan” itu sering sekali salah jalan dan tersesat. Saringkali semangat mereka yang tulus itu berakhir pada kesesatan pemahaman atau setidak-tidaknya kesalah pahaman terhadap Islam. Ingt ! Banyak diantara mereka yanga mengorbankan segala sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, entah itu karir, posisi, prestasi bahkan pada tinggkat yang “ekstrim” banyak yang “kehilangan” orang tua kandung mereka sendiri karena kelompok kajiannya mengajarkan untuk melakukan hal itu yang mana hal tersebut hanya akan berakhir pada ujung lorong yang gelap dan tidak bercahaya.

Cara dan metode untuk memahami Islam itu sangat penting. Itulah sebabnya, salah satu prinsip terpenting dalam Islam adalah “Al Ghayah” la tubarrir al washilah” (tujuan itu tidak menyebabkan kita menghalalkan segala cara). Begitu pula dalam memahami Islam, cara dan metode untuk sampai kesana tidaklah kemudian menyebabkan kita boleh mengambil Islam dari orang-orang yang sesat pemikirannya walaupun sebagian orang memanggilnya dengan sebutan “ustadz” atau koran dan majallah menyebutnya sebagai “cendikiawan muslim terkemuka”

Agar semangat yang tulus itu tidak menjadi korban yang sia-sia dalam pencariannya terhadap kebenaran, berikut beberapa prinsip yang penting dalam mendalami dan mempelajari Islam.

1. Rasulullah SAW dan para shahabat beliau adalah qudwah (panutan dan teladan) dalam berIslam.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab (FKMI-UA) pada 2 Februari 2009

Jangan Nodai Cadarku!

Sukses menyedot perhatian jutaan penonton dengan film layar lebar “Ayat-ayat Cinta”, film religi dengan tema dan lakon yang mirip pun bermunculan ditayangkan dalam bentuk sinetron di televisi-televisi. Dari dulu memang dunia perfileman di Indonesia tak lepas dari praktik dan budaya ‘beo’.

Tak pelak wanita bercadar menjadi salah satu tokoh utama dalam film tersebut. Tanpa mengabaikan sisi positif yang ada, tapi ‘memperkenalkan’ cadar di tengah masyarakat yang masih awam lewat film apalagi dengan tema basi ‘skandal cinta’ bukan ide dan cara yang bagus. Bahkan ini akan memberikan preseden yang buruk dan pelecehan terhadap syariat yang dikhususkan kepada muslimah ini.
Cadar sebagai pakaian yang menunjukkan ketaqwaan sempurna seorang mu’minah dalam menjaga kehormatannya tak berlaku dalam film yang lumrah dengan ikhtilath, khalwat dan berbagai pelanggaran syari’at lainnya. Setidaknya tayangan-tayangan itu akan melahirkan pemikiran dalam benak penonton, “Yang pakai cadar saja begitu….!” Dan berbagai stigma buruk lainnya dan hanya akan menjadi dalih buat mereka untuk membenarkan suatu kemaksiatan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.